DKM AN-NAHL FKH IPB
Inspiration Vet Muslim

Peran Veterinarian Muslim sebagai Garda Terdepan Menjaga Umat

December 29th 2011 in PPSDM

Peran Veterinarian Muslim sebagai Garda Terdepan Menjaga Umat

Oleh : Muh. Viqih ( Ketua DKM AN-NAHL FKH IPB Periode 2011-2012)

Kehidupan adalah sebuah nikmat yang tidak hentinya kita bisa rasakan dalam dunia ini. Begitu juga nikmat ilmu dan fikiran yang merupakan tombak ujung kaum intelektual.

Melirik firman Allah :

“Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya” (Qs Ibrahim [14] 34 ),

maka dapat dipahami sesungguhnya banyak kenikmatan yang ada, namun sebagian besar kurang memahami nikmat yang diberikan dan cenderung kurang mensyukurinya. Sebagai tanda syukur atas apa yang diberikannya, maka hendaklah kita sebagai kaum intelektual memanfaat ilmu dan fikiran yang ada sebaik dan sefektif mungkin guna kepentingan umat manusia. Bidang kedokteran hewan merupakan salahsatu bidang yang merupakan garda terdepan dalam menjaga umat khususnya pada Pangan Asal Hewan (PAH). Hal ini karena pada hakikatnya manusia membutuhkan energy untuk kebutuhan hidup yang sebagian besar energy tersebut disuplai oleh makan-makanan yang dikonsumsi setiap harinya termasuk makanan yang bersal dari hewan.

Pangan asal hewan yang memiliki syarat Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) dirasa mutlak jika kita berbicara konteks kepentingan mayoritas rakyat di Indonesia yang notabene adalah muslim. Hal ini sangatlah wajar karena pada fungsinya makanan yang dikonsumsi harus dapat memberikan kebaikan baik jasadiyah (badan) dan Batiniyah (batin) yang kemudian dicerminkan pada kualitas kehidupan individu yang ada.

Sebagaimana FirmanNya:

“Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya” (QS Al- Maidah[5] 88), dan “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya” (QS al-Nahl [16] 114).

Dengan mempertimbangkan hal tersebut maka kaum intelektual dituntut peka terhadap kondisi yang ada yang dimana saat ini kebutuhan akan pangan asal hewan meningkat pesat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Salahsatu kaum intelektual yang diharapkan menjadi garda terdepan tersebut tentu berasal dari Profesi Kedokteran Hewan. Mengapa ?, karena hal ini merupakan salahsatu dari tugas profesi dokter hewan yaitu menjamin mutu dan menjaga bahan pangan asal hewan serta bahan-bahan asal hewan. Terlepas dari seseorang bukan berprofesi kedokteran hewan, secara individual pula kaum muslim sejati ditutut untuk bisa memikirkan,memilih dan menjaga apa yang akan dikonsumsi baginya sendiri.

Pada tataran kebijakan, maka hal yang menarik adalah aturan hukum yang mengatur segala hal terkait Pangan Asal Hewan (PAH) yang ASUH. Salahsatu yang harus diperhatiakan adalah terkait kehalalan asal bahan pangan yang kita ambil atau peroleh. Disinilah peran dokter hewan muslim (Veterinarian Muslim) mengambil perannya, Dokter hewan sudah lah pasti memilki basic pengetahuan dan ilmu yang cukup untuk dapat mengidentifikasi segala hal yang terkait bahan pangan asal hewan (PAH) namun disisi lain bagaimana mengidentifikasi halal berdasarkan syariat Islam yang benar? Tentunya umat muslim lah yang tau persis hal tersebut. Karena jika kurang paham mengidentifikasi halal berdasarkan syariat islam yang benar pada bahan pangan asal hewan, maka akan jatuh hukum makruh bahkan haram yang tentu akan mengurangi nilai dan kualitas dari bahan pangan itu sendiri serta kualitas hidup orang yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu Veterinarian Muslim diharapkan mampu untuk menyeimbangkan ilmu pengetahuannnya khususnya bahan Pangan Asal Hewan serta Syariat islam khususnya ilmu Fiqih yang mengatur teknis terkait halal-haramnya suatu bahan pangan. Pada dasarnya hukum yang diturunkan Allah swt pada umat islam sudah terangkum dalam Al-Qur’an nur-karieem namun ketika berada pada tataran teknis di lapangan maka Hadits nabawi lah yang menjadi kedua sumber hukum umat islam. Pada tataran itu banyak para ulama yang kemudian berbeda pendapat. Adanya perbedaan pendapat tersebut merupakan salahsatu rahmat Allah swt dan kemudahan bagi umat islam untuk memilih serta merupakan kekayaan khazanah syariat islam. Dengan banyaknya pandangan mahzab dan pemikiran para ulama itu maka tentunya diperlukan sebuah pembelajaran dan pedoman tersendiri yang tidak didapatkan dalam ilmu akademik kedokteran hewan. Namun harus didapatkan karena sangatlah dibutuhkan untuk menopang ilmu dalam menjaga umat ini.

Let’s open our eyes and hearts

Islam is beautiful

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Share

Comments are closed.

Apa kabar veteriner ?? bagaimana persiapan Ujiannya?? Sip deh Insyallah diberi kemudahan…amien…

Insyallah kali ini Dkm An-Nahl akan membedah sedikit Hikmah ber-Wudhu loh…Referensi yang diambil dari buku

“Al-Qur’an Hidup 24 Jam” karya Dodi Syihab

Jadi Untuk Apa kita berwudhu?

Landasan Berfikir :

“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basulah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, […]

Share
Previous Entry

 

SOSIS ??

Yups, untuk pertama kalinya dalam mengawali tahun baru Dkm An-Nahl mengadakan silahturahmi akbar dgn anggota Rohis se-FKH IPB angkatan 45 , 46 dan 47. Salahsatu kesepakatan yang diambil terkait Silahturahmi yang lebih intensif lagi yang kemudian diberi nama dengan SOSIS yakni Social Gathering Rohis. Terus cuma itu doank??…Ehm ga donk sok liat ja notulensinya

 

Hari/Tanggal    […]

Share
Next Entry

Archives