DKM AN-NAHL FKH IPB
Inspiration Vet Muslim

Meneladani dari Diri Beliau dapatkan Kebahagian Dunia dan Akhirat

February 4th 2012 in PPSDM, Syiar

Meneladani dari Diri Beliau dapatkan Kebahagian Dunia dan Akhirat

Special Edisi Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H

Muhammad SAW. Ya dialah nabi paling pemurah, paling peramah, penuh kharisma dan kewibawaan, kesantunan, serta bergelar khatamul anbiya. Dialah jalan terang bagi gelapnya kehidupan dengan kesemarakan akhlaknya yang mulia, itulah puncak dari kebesaran dan kesempurnaannya sehingga beroleh gelar Al Amin (yang dipercaya).

Berkaitan dengan keagungan nabi ini, Sayyid Hussein Nasr seorang cendekiawan muslim terkemuka menulis, “Makhluk yang paling mulai ini (Muhammad SAW) juga dinamakan Ahmad, Musthafa, Abdullah, Abul-Qasim, dan juga bergelar Al Amin—yang terpercaya. Setiap nama dan gelar yang dimilikinya mengungkapkan suatu aspek wujud yang penuh berkah. Ia adalah, sebagaimana makna etimologis yang dikandung dalam kata Muhammad dan Ahmad, yang diagungkan dan dipuji; ia adalah musthafa (yang terpilih), abdullah (hamba Allah yang sempurna) dan terakhir, sebagai ayah Qasim. Ia bukan hanya Nabi dan utusan (rasul) Allah, tetapi juga kekasih Allah dan rahmat yang dikirimkan ke muka bumi, sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran, “Dan tidaklah kami utus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi sekalian alam.” (Q.S. Al Anbia [21]:107).

Ungkapan keagungan ini tidaklah berlebihan karena Allah Azza wa Jalla pun memuji beliau, bahkan senantiasa bershalawat kepadanya, firman-Nya, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya melimpahkan shalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, sampaikanlah shalawat dan salam kepadanya.” (Q.S. Al Ahzab [33]:56). Demikianlah Allah dan para malaikat bershalawat kepadanya,

lalu bagaimana kita sebagai makhluk kecil yang tiada berdaya ini?

Disamping bershalawat ternyata penghormatan kepada Rasulullah SAW memiliki etika tersendiri. Tidak cukup hanya bershalawat saja, karena yang terpenting adalah kita harus yakin benar bahwa Rasulullah adalah suri tauladan sepanjang zaman. Jikalau kita ikut dalam tuntunan beliau insya Allah akan selamat dunia dan akhirat.

Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya, Dan sesungguhnya Rasul Allah itu menjadi ikutan (tauladan) yang baik untuk kamu dan untuk orang yang mengharapkan menemui Allah di hari kemudian dan yang mengingati Allah sebanyak-banyaknya. (Q.S. Al Ahzab [33]: 21). Seakan ayat ini menyatakan bahwa tidak usah kita melakukan apapun kecuali ada contohnya dari Rasulullah.

Ketika misalnya lagi stress; penuhnya jadwal kuliah, kegiatan organisasi , penelitian hingga keluarga di rumah , maka solusi terbaiknya adalah dengan mencontoh Rasul dalam menejemen waktu serta amanah yang diembannya baik pada tataran kepala negara hingga kepala rumahtangga sekaligus khaliffah umat manusia ketika itu. Subhanallah, siapapun yang mampunyai referensi Rasulullah dalam perilaku sehari-harinya, maka hidupnya seperti seorang yang punya katalog yang sangat mudah di akses, segalanya serba tertuntun.

Oleh karena itu, bagi sahabat veteriner yang dikaruniai ilmu dan kesempatan, gunakanlah serta lakukanlah untuk menggapai impian serta harapan yang terbaik , namun tetap dengan penuh kelembutan, kasih-sayang, baik dengan dosen, sahabat hingga orang yang kita cintai. Sebagaimana  Rasullullah memberi contoh kepada orang-orang terdahulu.

Jikalau Sahabat Veteriner seorang pemimpin di sebuah organisasi, maka yang harus dipikirkan adalah bagaimana agar bisa memimpin organisasi tersebut dengan baik namun tetap mengikuti tuntunan Rasulullah? Ternyata Rasulullah SAW dalam berorganisasi itu rendah hati, lembut perangainya, senang bertukar pikiran, selalu meminta ide, saran, dan koreksi dalam bermusyawarah.

Adapun bagi Sahabat Veteriner  yang ingin dicintai, disukai, penuh pesona, melimpah kharismanya, maka pelajari bagaimana pribadi Rasul. Para sahabat seperti halnya Imam Ali ternyata juga meneladani Rasulullah SAW. Nampaknya jikalau kita berat menghadapi hidup ini, maka pertanyaannya adalah

sampai sejauh mana kita mampu meluangkan waktu untuk mempelajari pribadi Rasulullah SAW?

Demikian penting arti sebuah tauladan atau penuntun bagi kehidupan seseorang. Karenanya siapapun akan sengsara atau bahkan tersesat jikalau tidak pernah meluangkan waktu untuk mempelajari pribadi Rasulullah SAW. Dialah penuntun kita dari kesesatan dan gelapnya kehidupan, betapa sengsaranya orang yang tersesat, dimana waktu dan tenaganya terbuang percuma, tujuan tidak menentu, perasaan pun tidak enak, bahkan sebentar-sebentar harus tanya sana-tanya sini, sungguh merepotkan. Demikianlah kegelisahan akan makin akrab dengan orang-orang yang kehilangan penuntun dalam hidupnya.

Bayangkan saja andaikata kita tidak punya penuntun, tidak punya penunjuk arah, lalu kita berjalan menuju suatu tempat yang belum diketahui sebelumnya, pastilah tidak akan menentramkan perjalanan tersebut. Tapi jikalau penuntun, arah, dan tujuannnya jelas, maka langkah kita akan mantap dan hati pun senantiasa disaputi ketentraman. Dan Rasulullah SAW adalah penuntun dan panutan kita sepanjang zaman.

 

Referensi : K.H. Abdullah Gymnastiar

 

Share

Comments are closed.

Form Pendaftaran

Melalui tulisan, kita dapat berbicara dan melalui tulisan pula kita akan mengerti dan memberikan pengaruh. Lomba menulis dan menggambar tingkat nasional yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor merupakan bentuk apresiasi kepada penulis muda berbakat. IPB mengajak penulis muda berbakat untuk menulis yang dipadukan dengan indahnya pertanian Indonesia.
Lomba menulis inspiratif
Tema: Mengapa Aku harus kuliah di […]

Share
Previous Entry

REPUBLIKA.CO.ID, Manusia dengan tepat disebut sebagi ‘alamushshaghir’ atau jasad-kecil di dalam dirinya.

Struktur jasadnya mesti dipelajari, bukan hanya oleh orang-orang yang ingin menjadi dokter, tetapi juga oleh orang-orang yang ingin mencapai pengetahuan yang lebih dalam tentang Tuhan. Sebagaimana studi yang mendalam tentang keindahan dan corak bahasa di dalam sebuah puisi yang agung akan mengungkapkan pada kita […]

Share
Next Entry

Archives